Gemabudhi Tuang 10 Ribu Ecoenzyme, Bimas Buddha Kemenag: Ini Praktik Ekoteologi yang Nyata
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi apresiasi penuangan 10.000 liter ecoenzyme oleh Gemabudhi di Sungai Jaletreng sebagai praktik nyata ekoteologi.
tangerang selatan – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama (Dirjen Bimas Buddha Kemenag) Supriyadi mengapresiasi inisiatif Generasi Pemuda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) melalui ecoenzyme dalam memulihkan sungai Jaletreng pada Minggu (8/3/2026).
Supriyadi mengatakan seperti yang diketahui sebelumnya sungai Jaletreng yang tercemar limbah kimia beberapa waktu lalu perlu dipulihkan bukan hanya secara alami oleh sungai itu sendiri tetapi melalui bantuan manusia seperti yang dilakukan Gemabudhi dengan menuangkan ecoenzyme.
“Ini yang menarik, inilah bentuk praktik dari ekoteologi yang nyata. Mudah-mudahan kita akan terus bergerak karena teman-teman komitmen untuk selalu membuat ecoenzyme dan kami juga di Bimas Buddha juga sudah menggerakkan untuk pembuatan ecoenzyme nanti menyambut Waisak,” ucap Supriyadi.

Menurutnya, gerakan pembuatan ecoenzyme ini harus terus dimasifkan dan tidak hanya berhenti di sungai Jaletreng maupun Cisadane. “Kita tuangkan di tempat-tempat yang memang diperlukan karena tidak hanya sungai Jaletreng, kemarin juga kita lakukan di Ancol juga, kita tuang ecoenzyme juga,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, menjaga alam juga termasuk dalam ajaran Buddha dan dari alam ini umat Buddha hidup dan mendapatkan sumber kehidupan serta memiliki keterhubungan antara alam dan manusia.
“Kita wajib menjaga itu karena memang kita harus mempraktekkan saling keterhubungan. Paticcasamuppada itu adalah saling keterhubungan, siapapun saling berkaitan harus saling memberikan penghargaan, saling menghormati,” tandasnya.
Selain Dirjen Bimas Buddha, hadir juga Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri yang menyerahkan rekor MURI kepada Gemabudhi karena jumlah penuangan 10 ribu ecoenzyme ke sungai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


