Fakta Pembacokan Pria di Kota Malang: Polisi Temukan Bukti Dua Pelaku dan Usaha Korban Cari Pertolongan
Evakuasi korban pembacokan oleh PMI. (Foto: Ist)

Fakta Pembacokan Pria di Kota Malang: Polisi Temukan Bukti Dua Pelaku dan Usaha Korban Cari Pertolongan

Sejumlah fakta terungkap dalam peristiwa pembacokan seorang pria hingga terluka parah di kawasan Jalan Bandara Palmerah XV, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

,Senin 31 Agustus 2026, 10:59 WIB
270
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGDalam kondisi terluka parah dan bersimbah darah, AJ (39) masih berusaha menyelamatkan diri setelah diduga dibacok dua orang tak dikenal di sebuah lahan kosong kawasan Jalan Bandara Palmerah XV, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (29/8/2026) malam.

Meski mengalami luka robek di sejumlah bagian tubuh, warga Jalan Danau Sentani Utara, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang itu masih dalam kondisi sadar. AJ bahkan sempat menghubungi temannya melalui telepon sebelum berjalan sekitar 75 meter dari lokasi pembacokan untuk mencari pertolongan warga.

Kapolsek Kedungkandang Kompol M Roichan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.40 WIB. Saat itu, AJ berada di sebuah lahan kosong dekat Jalan Bandara Palmerah XV bersama seorang temannya berinisial DI.

Situasi berubah ketika dua orang yang belum diketahui identitasnya datang menghampiri korban. Tanpa diketahui secara pasti penyebabnya, kedua orang tersebut kemudian menyerang AJ menggunakan senjata tajam.

“Pada saat kejadian terjadi, temannya yang berinisial DI kabur meninggalkan korban. Usai melakukan pembacokan, pelaku yang diduga berjumlah dua orang juga langsung melarikan diri,” ujar Roichan Senin (31/8/2026).

Dalam kondisi terluka, AJ tidak langsung mendapatkan pertolongan. Ia justru berusaha menghubungi temannya berinisial DSP untuk memberitahukan kejadian yang menimpanya.

Setelah itu, AJ berjalan meninggalkan lokasi pembacokan. Dengan kondisi tubuh yang mengalami luka serius, ia berjalan sekitar 75 meter hingga akhirnya tiba di sekitar portal Jalan Bandara Palmerah XV dan meminta pertolongan kepada warga.

“Korban menghubungi salah satu temannya untuk mengabarkan kondisi yang dialaminya. Setelah itu, korban berjalan sekitar 75 meter dari lokasi kejadian dan meminta tolong ke warga Jalan Bandara Palmerah XV,” jelasnya.

Teriakan AJ kemudian mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang keluar rumah mendapati korban sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah di dekat portal.

Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Tidak lama berselang, petugas bersama tim medis tiba di lokasi untuk memberikan penanganan darurat sebelum mengevakuasi AJ ke rumah sakit.

Akibat serangan tersebut, AJ mengalami sejumlah luka robek. Luka di antaranya terdapat pada bagian perut sebelah kiri, paha sebelah kiri, serta telapak tangan sebelah kanan.

“Korban mengalami luka robek pada bagian perut sebelah kiri, paha sebelah kiri, dan telapak tangan sebelah kanan. Saat ini, kondisinya masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ungkapnya.

Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas kedua pelaku. Motif penyerangan juga belum diketahui secara pasti karena korban masih menjalani perawatan dan belum dapat memberikan keterangan secara maksimal.

Unit Reskrim Polsek Kedungkandang telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Malang Kota untuk mengusut kasus tersebut. Sejumlah saksi, termasuk warga sekitar dan teman korban, telah dimintai keterangan.

“Saksi warga dan teman korban sudah dimintai keterangan untuk melengkapi penyelidikan. Pelaku sedang kami cari dan kami belum tahu motifnya, apakah ini pembegalan atau penganiayaan,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio